Kalimat “naskah sudah selesai” dapat berarti dua hal. Bagi penulis, ceritanya mungkin sudah mencapai akhir. Bagi proses penerbitan, naskah baru siap ketika struktur, bahasa, data, dan kelengkapan berkas dapat diperiksa secara menyeluruh.
Tahap pertama adalah pembacaan editorial. Fokusnya bukan mencari salah ketik, melainkan melihat susunan bab, alur argumen atau cerita, konsistensi sudut pandang, pengulangan, serta bagian yang masih membutuhkan penjelasan. Catatan pada tahap ini biasanya menghasilkan revisi terbesar.
Setelah struktur disepakati, penyuntingan bergerak ke tingkat paragraf dan kalimat. Istilah, ejaan, dialog, kutipan, catatan kaki, serta daftar pustaka diperiksa sesuai jenis naskah. Penulis tetap perlu membaca perubahan karena penyunting tidak menggantikan keputusan penulis atas isi.
Naskah yang telah disunting kemudian masuk ke desain isi dan sampul. Pada tahap tata letak, panjang halaman mulai terlihat. Tabel, ilustrasi, judul bab, nomor halaman, dan ruang putih diperiksa sebagai satu sistem, bukan sebagai unsur yang berdiri sendiri.
Proofreading dilakukan pada berkas yang bentuknya sudah menyerupai buku jadi. Pemeriksaan diarahkan pada salah ketik yang tersisa, baris terpotong, nomor halaman, daftar isi, kredit, dan perbedaan antara revisi terakhir dengan berkas tata letak.
Sebelum cetak, penerbit dan penulis perlu menyepakati berkas final, spesifikasi produksi, jumlah eksemplar, serta materi katalog. Dengan urutan ini, perubahan besar tidak dilakukan ketika desain sudah terkunci dan biaya produksi sudah berjalan.